Persepsi Guru PJOK terhadap Kurikulum Merdeka Belajar pada Pembelajaran PJOK di SMK Negeri se-Pekanbaru

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) terhadap implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PJOK di SMK Negeri se-Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru PJOK terhadap Kurikulum Merdeka secara umum berada pada kategoi baik hingga cukup baik pada factor internal, eksternal, konsep, dan isi kurikulum. Guru menilai konsep da nisi kurikulum relevan serta berpotensi mendukung pembelajaran PJOK. Namun, implementasi kurikulum masih menghadapi beberapa kendala, terutama terkait kesiapan guru dan dukungan eksternal, termasuk keterbatasan alokasi waktu pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka diterima secara konseptual oleh guru PJOK, tetapi pelaksanaannya masih memerlukan dukungan yang lebih optimal agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Dengan demikian, peningkatan kesiapan guru dan dukungan institusional menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PJOK.

https://doi.org/10.31258/jassi.5.3.50-58
PDF (English)

Referensi

Adil, A. (2023). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif: Teori dan praktik (Issue January).

Almarisi, A. (2023). Kelebihan dan kekurangan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran sejarah dalam perspektif historis. Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(1), 111–117. https://doi.org/10.30743/mkd.v7i1.6291

Ardi, M. (2011). Hubungan antara persepsi terhadap organisasi dengan minat berorganisasi. Jurnal Psikologi UIN Suska Riau, 2.

Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57

Bangun, S. Y. (2016). Peran pendidikan jasmani dan olahraga: Kajian pustaka & pembahasan. Jurnal Publikasi Pendidikan, 6(3), 1–12.

Efendi, P. M., Muhtar, T., & Herlambang, Y. T. (2023). Relevansi Kurikulum Merdeka dengan konsepsi Ki Hadjar Dewantara: Studi kritis dalam perspektif filosofis-pedagogis. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(2), 548–561. https://doi.org/10.31949/jee.v6i2.5487

Darmayani, E., & Amelia, M. A. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar terhadap pola belajar di TK Ceria Demangan. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 146–156. https://doi.org/10.24853/yby.7.2.146-156

Hera, T., & Elvandari, E. (2021). Pengaruh model pembelajaran explicit instruction pada pembelajaran tari daerah sebagai dasar keterampilan menari tradisi. Jurnal Sitakara, 6(1), 40–54. https://doi.org/10.31851/sitakara.v6i1.5286

Jayanti, F., & Arista, N. T. (2019). Persepsi mahasiswa terhadap pelayanan perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura. Competence: Journal of Management Studies, 12(2), 205–223. https://doi.org/10.21107/kompetensi.v12i2.4958

Manurung, I., & L. (2019). Sejarah kurikulum di Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 5(2), 88–95. https://doi.org/10.5281/zenodo.2678137

Nasution, L. M. (2017). Statistik deskriptif. Journal of the American Chemical Society, 77(21), 5472–5476. https://doi.org/10.1021/ja01626a006

Ngole, W. M., Tapo, Y. B. O., & Wani, B. (2022). Pengembangan model latihan lanjutan passing bawah bola voli melalui permainan voly mini. Jurnal Edukasi Citra Olahraga, 2(3), 126–132. https://doi.org/10.38048/jor.v2i3.1098

Nizar, A. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi wakif tentang wakaf uang. Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen, 4(1), 21–36. https://doi.org/10.15408/ess.v4i1.1953

Perdana, M. Y. (2021). Persepsi guru PJOK dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Negeri Yogyakarta.

Rahmat, D. (2017). Implementasi kebijakan program bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu di Kabupaten Kuningan. Unifikasi: Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 35–42. https://doi.org/10.25134/unifikasi.v4i1.478

Rani, P. R., Asbari, M., Ananta, V., & Alim, I. (2023). Kurikulum Merdeka: Transformasi pembelajaran yang relevan, sederhana, dan fleksibel. Journal of Information System and Management, 2(6), 78–84.

Rokim, M. (2016). Survei keterlaksanaan Kurikulum 2013 pada guru PJOK. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 4(1), 17–24.

Setiawan, R., Syahria, N., Andanty, F. D., & Nabhan, S. (2022). Pengembangan modul ajar Kurikulum Merdeka mata pelajaran Bahasa Inggris SMK Kota Surabaya. Jurnal Gramaswara, 2(2), 49–62. https://doi.org/10.21776/ub.gramaswara.2022.002.02.05

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sunarni, S., dan Karyono, H. (2023). Persepsi Guru Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar. Journal on Education, 5(2), 1613-1620.

Wardani, Y., Tahir, M., & Erfan, M. (2024). Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 1 Kembang Sari. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(1), 569–573. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i1.2064